Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo <p style="text-align: justify;"><span lang="en"><strong>Tekinfo ( Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi )</strong> merupakan jurnal yang dikelola oleh program studi S1 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Setia Budi yang terbit setiap enam bulan sekali yaitu Bulan Mei dan Bulan November pada setiap tahunnya. Naskah yang kami terbitkan mencakup bidang ilmu Teknik Industri dan Teknologi Informasi. Kami terbuka bagi para pembaca dan peneliti untuk berkontribusi mengirimkan naskah penelitian yang mencakup bidang ilmu tersebut.<br></span></p> Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi en-US Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi 2303-1476 Desain Kansei Monitoring System Pasien Rawat Inap http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo/article/view/366 <p>Kualitas rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan terhadap pasien. Salah satu permasalahan yang dikeluhkan pasien mengenai pelayanan rumah sakit adalah kurang responsifnya perawat dalam memonitor pasien rawat inap. Keluarga pasien harus aktif memonitor pasien dan selanjutnya menghubungi perawat ketika terjadi permasalahan. Kondisi ini salah satunya disebabkan masih kurangnya peralatan yang dapat digunakan oleh perawat untuk melakukan monitoring pasien dari jarak jauh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan desain sistem monitoring pasien rawat inap. Proses desain dilakukan dengan metode <em>Kansei Engineering</em>. Langkah awal penelitian adalah identifikasi kata kansei dengan responden pasien, perawat dan dokter. Berdasarkan hasil survei diperoleh dua kata <em>kansei</em> yang valid dan reliabel yaitu aman dan mudah digunakan. Kedua kata <em>kansei</em> dipetakan menjadi desain parameter, sehingga diperoleh desain perangkat sistem yang terdiri dari modul sensor suhu, <em>pulse</em> <em>sensor</em>, <em>infrared sensor</em>, <em>signal conditioning modul</em>, <em>point router</em><em> access</em> dan komputer. Tahap selanjutnya adalah pembuatan <em>prototype</em> dan pengujian <em>prototype</em>. Hasil pengujian <em>prototype</em> menunjukkan bahwa perangkat sistem monitoring yang didesain dapat memenuhi kebutuhan pengguna.</p> <p><strong><em>Kata kunci:</em></strong> <em>kansei, kualitas layanan, sistem monitoring pasien</em></p> widyastuti widyastuti Ari Subowo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-11-30 2018-11-30 7 1 3 11 10.31001/tekinfo.v7i1.366 Perancangan Alat Pelorot Malam/ Lilin Menggunakan Metode Pahl and Beitz http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo/article/view/364 <p>Industri Batik Plalangan merupakan UKM batik yang sudah diakui oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Sleman. Batik yang dihasilkan dari UKM ini berupa batik cap dan batik tulis. Proses pembuatan batik di UKM ini masih sangat sederhana. Pada proses pembuatan motif di kain khususnya untuk batik tulis dengan cara menggelar kain di atas pola gambar di lantai kemudian dijiplak. Pada proses pelorotan malam masih menggunakan alat yang sederhana, yaitu menggunakan panci berisi air yang direbus di atas tungku kemudian selembar kain yang sudah dibatik dimasukkan ke dalam panci tersebut sambil diaduk menggunakan tongkat kayu selama ±5 menit/kain. Proses tersebut beresiko cidera terkena air/uap panas dari panci dan kelelahan pada saat mengaduk kain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang alat pelorot malam yang praktis dan efisien. Perancangan alat dilakukan dengan menggunakan metode Pahl and Beitz. Hasil perancangan menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan dapat mengurangi tingkat cidera dan tingkat kelelahan operator lebih rendah dari alat lama, yaitu dari 53,60% menjadi 42,61%. Selain itu alat ini dapat mempercepat waktu proses pelorotan. Penggunaan alat lama waktu rata-rata proses prlorotan malam/lembar kain selama 4,38 menit, dengan alat baru membutuhkan waktu 3,77 menit untuk 4 lembar kain batik sehingga produktivitasnya meningkat.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em>:</strong> <em>batik, Pahl and Beitz, perancangan alat, pelorot malam/ lilin</em></p> Puryani Puryani Laila Nafisah Muhammad Shodiq Abdul Kanan Pradeas Ridiasa ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-11-30 2018-11-30 7 1 12 18 10.31001/tekinfo.v7i1.364 Usulan Tata Letak Area Parkir Tepi Jalan Umum Menggunakan Simulasi http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo/article/view/362 <p>Parkir merupakan aktifitas berhentinya kendaraan pada waktu dan lokasi tertentu. Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diikuti dengan ketersediaan area parkir menyebabkan banyak kendaraan yang parkir di badan jalan atau sering disebut parkir Tepi Jalan Umum (TJU). TJU yang seringkali digunakan dengan posisi kendaraan yang sembarangan menyebabkan kemacetan di beberapa jalan terutama area perbelanjaan. Salah satu jalan yang mengalami permasalahan tersebut adalah jalan C. Simanjuntak yang terletak di Yogyakarta. Jl. C. Simanjuntak merupakan jalan yang cukup ramai dilalui masyarakat kota Yogyakarta. Jalan tersebut strategis karena banyaknya pusat perbelanjaan, tempat pendidikan formal dan non formal, serta berbagai jenis usaha di sepanjang jalan. Namun, keramaian yang terjadi justru mendatangkan masalah bagi jalan tersebut. Hal ini dikarenakan kendaraan yang akan menuju beberapa lokasi pada jalan tersebut terhalang oleh kendaraan yang posisi parkirnya kurang tertata rapi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan pemilihan pola parkir kendaraan yang paling tepat untuk empat lokasi teramai di Jalan C. Simanjuntak. Berdasarkan hasil simulasi tersebut dapat dilihat jumlah kendaraan yang seharusnya dapat masuk dan keluar dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil simulasi diketahui bahwa skenario posisi parkir dengan sudut 60° merupakan skenario terbaik karena jumlah kendaraan yang dapat ditampung lebih banyak dibandingkan skenario lainnya.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em>:</strong> <em>manajemen parkir, perancangan tata letak, simulasi</em></p> Dyah Rachmawati Lucitasari Intan Berlianty Andana Dwi Aprilia Rakadiputra Irwan Soejanto yuli dwi astanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-11-30 2018-11-30 7 1 19 30 10.31001/tekinfo.v7i1.362 Kajian Paparan Panas Lingkungan Kerja Operator Sterilizer Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo/article/view/367 <p>Temperatur yang tinggi dalam ruangan kerja bisa ditimbulkan oleh kondisi ruangan, mesin-mesin ataupun alat yang mengeluarkan panas serta panas yang bersumber dari sinar matahari yang memanasi atap ruangan yang kemudian menimbulkan radiasi ke dalam ruangan produksi. Lingkungan kerja yang panas ini terjadi pada salah satu proses pengolahan kelapa sawit yakni <em>sterilizer</em>. Pada bagian <em>sterilizer</em> timbul panas akibat perebusan tandan buah segar dengan memakai media panas yakni uap yang berasal dari <em>steam</em> dan panas yang dihasilkan dari radiasi sinar matahari melalui atap pabrik menambah beban panas ruangan kerja. Akibat proses pengantaran panas tersebut suhu ruangan di area <em>sterilizer</em> dapat mencapai antara 34,3 <sup>O</sup>C s/d 36,6 <sup>O</sup>C sehingga pekerja mengalami cidera dan terjadi <em>heat stress</em>. Apabila kondisi ini terus berlangsung maka akan mengakibatkan resiko pada pekerja akibat <em>heat stress</em>. Untuk itu perlu dilakukan kajian paparan panas pada area <em>sterilizer</em> agar pekerja berada pada kondisi yang aman dan sehat dalam melakukan pekerjaannya di area tersebut. Berdasarkan hasil kajian diperoleh nilai <em>Heat Stress Inde</em><em>x</em> (HSI) sebesar 98% yang artinya bahwa operator yang bekerja pada bagian <em>sterilizer</em> berisiko tinggi terhadap penyakit yang diakibatkan <em>heat stress</em>. Melalui kajian paparan panas ini diharapkan lingkungan kerja yang terpapar panas berada pada nilai indeks suhu bola basah pada kondisi yang aman sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.51/KEP-MEN/1999.</p> <p><strong><em>Kata kunci:</em></strong> <em>heat stress, indeks suhu bola basah, keseimbangan panas, paparan panas</em></p> Willy Tambunan Muslimin Muslimin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-11-30 2018-11-30 7 1 31 37 10.31001/tekinfo.v7i1.367 Analisis Beban Kerja Mental Satpol PP Pariwisata Karanganyar http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo/article/view/363 <p>Karanganyar, Jawa Tengah merupakan kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata. Misalnya Grojokan Sewu, Candi Sukuh, Candi Cetho, Grojokan Jumog, Bukit Sekipan, dan lain sebagainya. Untuk memberi kenyamanan kepada para pengunjung, Bupati Karanganyar pada bulan Juni 2017 menetapkan 12 orang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) unit Pariwisata. Satpol PP memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan rasa aman, nyaman, dan ketentraman kepada setiap wisatawan yang berkunjung. Profesi sebagai Satpol PP tidak hanya menggunakan tenaga fisik, tetapi juga mental. Untuk mengetahui beban kerja mental Satpol PP unit pariwisata Karanganyar, perlu dilakukan analisis. Analisis beban kerja mental dilakukan dengan menggunakan metode NASA-TLX. Metode NASA-TLX merupakan metode pengukuran beban kerja mental dengan mempertimbangkan enam dimensi untuk menilai beban mental. Enam dimensi tersebut antara lain tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu, kinerja, tingkat frustasi, serta tingkat usaha. Metode Nasa TLX memberikan skor beban kerja mental yang diukur melalui pembobotan dari masing-masing dimensi. Dari pembobotan dapat diketahui aspek paling dominan yang menyebabkan adanya beban mental pekerja. Hasil pengukuran melalui metode NASA TLX diperoleh rata – rata beban kerja mental sebesar 74, 39. Skor ini menunjukkan bahwa beban mental Satpol PP unit pariwisata tergolong berat. Adapun aspek yang paling dominan yang menyebabkan beban kerja mental tinggi yaitu dimensi tuntutan waktu. Oleh karena itu diperlukan perbaikan yaitu dengan menambah anggota Satpol PP unit pariwiata sebanyak 2 orang. Jika ditambah anggota, maka diperoleh rata – rata skor NASA TLX, yaitu sebesar 53,14. Dengan demikian kategori beban kerja mental termasuk sedang sehingga tidak membahayakan.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em>:</strong> <em>beban kerja mental, satpol PP, NASA-TLX</em></p> Erni Suparti Resmitha Dian Waruju Sarah Gracea Laleat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-11-30 2018-11-30 7 1 38 46 10.31001/tekinfo.v7i1.363 Analisis Manajemen Resiko berbasis ISO 9001:2015 dan ISO 31010:2009 pada Pelayanan Sistem Informasi Akademik “EduManage” di Universitas Setia Budi http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/tekinfo/article/view/365 <p>Teknologi Informasi (TI) dalam hal ini program Edu Manage merupakan aset penting bagi Universitas Setia Budi (USB) dalam penjaminan mutu pelayanan bidang akademik yang harus dikelola secara efektif agar penggunaannya menjadi optimal. Penggunaan IT secara optimal dapat dilakukan dengan melibatkan analisa manajemen resiko. Sasaran mutu Universitas Setia Budi (USB) yang menuntut pencapaian layanan akademik yang prima, dan banyak kasus terjadi berkaitan dengan Edu Manage, seperti: perubahan kebijakan/ aturan akademik berupa penyesuaian kurikulum, berkurangnya staf Sistem Informasi, terhentinya aplikasi karena virus dan hacker menuntut agar pengembangan pelayanan dilakukan berdasar analisa manajemen resiko. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi mitigasi risiko TI pada tata kelola layanan Edumanage di USB. Analisa menggunakan pendekatan ISO 9001:2015, ISO 31010:2009 serta menggunakan <em>Failure Mode and Effect Analysis </em>(FMEA) sebagai alat bantunya. Dari hasil penelitian diperoleh 37 resiko yang mungkin terjadi, dengan 13 resiko yang berkategori resiko sedang hingga tinggi, sehingga direkomendasikan untuk mendapatkan prioritas mitigasi. Langkah mitigasi resiko yang direkomendasikan adalah: pengadaan UPS di server dengan kapasitas yang mencukupi dan UPS portabel di setiap node jaringan; Pembuatan SOP Backup, konsistensi pelaksanaan dan sistem controlling; Pembuatan flow chart proses, input KRS untuk mahasiswa, input mata kuliah untuk Kaprogdi yang simpel, jelas dan memudahkan user untuk memahami; Pembuatan SOP pengecekan kelengkapan data di setiap akhir semester; Sosialisasi dan notifikasi jadwal input nilai, KRS mahasiswa dan approval KRS lewat beberapa media (web, wa, dll)</p> <p><strong><em>Kata kunci </em></strong>— <em>manajemen resiko, teknologi informasi, ISO </em><em>9001:2015, ISO 31010:2009, FMEA</em></p> Anita Indrasari Adhie Tri Wahyudi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2018-11-30 2018-11-30 7 1 47 57 10.31001/tekinfo.v7i1.365