EVALUATION OF COMPLIANCE WITH THE USE OF HOSPITAL FORMULARIES AND NATIONAL FORMULARIES AT HOSPITAL X IN 2024

  • anggita rosi indayani universitas setia budi
  • Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih Universitas Setia Budi Surakarta
  • Francisca Leviana

Abstract

Pelayanan kefarmasian bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan menyediakan layanan yang langsung dan bertanggung jawab dalam penggunaan obat. Salah satu standar minimal Rumah Sakit dalam bidang kefarmasian adalah mencapai kesesuaian penulisan resep dengan formularium sebesar 100%. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental, dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan pendekatan retrospektif, yang melibatkan observasi serta evaluasi terhadap data penjulan obat pasien baik yang dirawat jalan maupun yang dirawat inap di RS X pada bulan Januari – Desember 2024 melalui system informasi management Rumah Sakit (SIMRS). Data yang diperoleh dari penelitian ini mengambarkan tingkat kepatuhan penggunaan formularium di Rumah Sakit X selama bulan januari – desember 2024 masih belum mencapai 100%, yaitu kepatuhan penggunaan Formularium Rumah Sakit rata-rata sebesar 94,07% dan kepatuhan terhadap Formularium Nasional sebesar 80,01%.

Keywords: Pharmaceutical Services, Hospital Formulary, National Formulary Compliance

References

[1] Kementrian Kesehatan RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
[2] J. P.J., “The hospital drug formulary system: Just a leftover? Opinions of a tired but still committed formulary system manager,” Can. J. Hosp. Pharm., vol. 53, no. 3, pp. 179–183, 2000, [Online]. Available: http://www.embase.com/search/results?subaction=viewrecord&from=export&id=L30629052
[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Formularium Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
[4] A. H. Al-jedai, F. Khurshid, A. Y. Mayet, H. A. Al-Omar, S. S. Alghanem, and M. S. Alsultan, “Pharmacy practice in hospital settings in GCC countries: Prescribing and transcribing,” Saudi Pharm. J., vol. 29, no. 9, pp. 1021–1028, 2021, doi: 10.1016/j.jsps.2021.07.013.

[5] A. Karas and B. Kuehl, “Leveraging hospital formularies for improved prescribing,” Healthc. Manag. Forum, vol. 27, no. 1 SUPPL., pp. S17–S21, 2014, doi: 10.1016/j.hcmf.2014.01.001.
[6] S. S. T. Konduru, N. Pratyusha, and K. Yogitha, “Development of A Hospital Formulary In A Tertiary Care Hospital,” Am. J. PharmTech Res., vol. 9, no. 3, pp. 247–255, 2019, doi: 10.46624/ajptr.2019.v9.i3.020.
[7] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Keputusan Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Nomor HK.02.03/III/1346/2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
[8] W. R. Pratiwi, A. P. Kautsar, and D. Gozali, “Hubungan Kesesuaian Penulisan Resep dengan Formularium Nasional Terhadap Mutu Pelayanan pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Umum di Bandung,” Pharm. Sci. Res., vol. 4, no. 1, pp. 48–56, 2017, doi: 10.7454/psr.v4i1.3713.
[9] LANNA, F. (2013). Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Teknologi, 1(1), 69–73. https://www.bertelsmann stiftung.de/fileadmin/files/BSt/Publikationen/GrauePublikationen/MT_Globalization_Report_2018.pdf%0Ahttp://eprints.lse.ac.uk/43447/1/India_globalisation%2C society and inequalities%28lsero%29.pdf%0Ahttps://www.quora.com/What-is-the
[10] World Health Organization. 2004. The World Medicine Situation. Geneve: WHO
[11] E. Ni’matunnisa and A. Nurwahyuni, “ANALISIS KEPATUHAN DOKTER DALAM MERESEPKAN OBAT FORMULARIUM NASIONAL DI RUMAH SAKIT MULTAZAM MEDIKA TAHUN 2018,” JKM (Jurnal Kesehat. Masyarakat) Cendekia Utama, vol. 9, no. 1, p. 29, 2021, doi: 10.31596/jkm.v9i1.797.
[12] M. Arfania, S. Amal, U. Buana Perjuangan Karawang, T. Jambe Timur, and K. Karawang, “KESESUAIAN RESEP TERHADAP FORMULARIUM RUMAH SAKIT KARAWANG,” J. Pharm. Sci. Med. Res., vol. 4, no. 2, pp. 47–54, 2021, [Online]. Available: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/pharmed
[13] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
[14] S. K. Rahajeng, “DESCRIPTION OF THE COMPATIBILITY OF MEDICATION PRESCRIBING WITH THE NATIONAL FORMULARIUM IN BPJS PATIENTS IN THE OUTPATIENT POLICY OF INTERNAL MEDICINE AT EMC TANGERANG HOSPITAL FOR THE PERIOD OF JANUARY – MARCH 2023,” J. Res. Pharm. Pharm. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 7–16, Jun. 2023, doi: 10.33533/jrpps.v2i1.6810.
[15] R. Widiyanto, A. Sabrina, and V. W. Xezandrio, “Gambaran Kesesuaian Resep Rawat Jalan JKN Terhadap Formularium Nasional Di Poliklinik Rumah Sakit Kartika Husada Jatiasih,” J. Farm. IKIFA, vol. 2, no. July, pp. 1–23, 2023.
[16] O. P. Shera, T. M. Andayani, and G. P. W, “Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Bidang Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Pemangkat,” J. Farm. Indones., vol. 14, no. 1, pp. 16–26, 2017, [Online]. Available: http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/farmasi-indonesia/article/view/461
[17] A. Suriyadi and Y. Mundriyastutik, “Evaluasi Kesesuaian Resep Pasien Umum Rawat Jalan Terhadap Formularium di RS Umi Barokah Boyolali,” vol. 3, no. 1, pp. 16–21, 2024.
[18] X. Zhou et al., “Influencing factors of physicians’ prescription behavior in selecting essential medicines: A cross-sectional survey in Chinese county hospitals,” BMC Health Serv. Res., vol. 19, no. 1, pp. 1–8, 2019, doi: 10.1186/s12913-019-4831-5.
[19] T. Sutriati Tuloli, M. Madania, N. Rasdianah, and I. Pramesty Gobel, “Evaluasi Kesesuaian Peresepan Obat Pada Pasien Poliklinik Penyakit Dalam Terhadap Formularium di Rumah Sakit,” J. Syifa Sci. Clin. Res., vol. 4, no. 1, Mar. 2023, doi: 10.37311/jsscr.v4i1.14219.
[20] B. Nursanti and Y. Heryani, “Evaluasi Kesesuaian Penulisan Resep Pasien Non Bpjs Rawat Jalan Dengan Formularium Rumah Sakit Islam Bogor Periode Oktober–Desember 2019,” J. Farmamedika (Pharmamedika Journal), vol. 6, no. 2, pp. 53–58, 2021.
[21] N. Kanai, M. Ando, M. Shimodate, Y. Miyazaki, and T. Saito, “Influence of Hospital Formularies on Outpatient Prescribing Practices: Analysis of the Introduction of a Local Formulary: A Single-Center, 2-Year Follow-Up, Retrospective Cohort Study of a Local Formulary in Japan,” Inq. (United States), vol. 59, pp. 1–12, 2022, doi: 10.1177/00469580221087876.
[22] R. Vázquez-Mourelle and E. Carracedo-Martínez, “The influence of changes in hospital drug formulary on the prescription of proton pump inhibitors,” Farm. Hosp., vol. 41, no. 1, pp. 49–67, 2017, doi: 10.7399/fh.2017.41.1.10559.
[23] M. Debora Saibaka, W. Astuty Lolo, and K. Lifie Riani Mansauda, “the Evaluation of Prescription Medication Based on World Health Organization Indicator At Community Health Centre in Teling Atas Evaluasi Peresepan Obat Berdasarkan Indikator World Health Organization (Who) Di Puskesmas Teling Atas,” Pharmacon, vol. 11, no. 4, pp. 1685–1693, 2022.
[24] A. Hassan et al., “Assessing prescriber’s awareness of essential medicine list, hospital drug formulary and utilization of standard treatment guidelines in a tertiary healthcare facility in North-Central Nigeria,” Alexandria J. Med., vol. 54, no. 1, pp. 81–84, 2018, doi: 10.1016/j.ajme.2017.03.006.
Published
2025-11-28