Karakterisasi Simplisia, Ekstrak dan Spektra Infra Merah Senyawa Analgesik Daun Dadap Serep (Erythrina Subumbrans) Dari Kabupaten Magelang

  • Arief Kusuma Wardani Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Perdana Priya Haresmita Fakultas Farmasi Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Tesia Aisyah Rahmania Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Missya Putri Kurnia Pradani Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Magelang

Abstrak

Bahan baku obat yang berasal dari hasil pertanian atau kelompok tumbuhan liar tidak dapat dijamin kandungan fitokimia selalu konstan karena variasi bibit, lokasi tubuh, iklim, atau kondisi bahan baku (umur dan cara panen). Kandungan senyawa kimia yang bertanggung jawab terhadap respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi komposisi, jenis maupun kandungan. Standarisasi dilakukan pada parameter spesifik seperti organoleptik, rendemen, kandungan susut pengeringan, kandungan ekstrak larut air, kandungan ekstrak larut etanol, dan pola spektra. Parameter non spesifik ekstrak meliputi kadar air, kadar abu total bubuk dan ekstrak. Metode penentuan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Farmakope Herbal Indonesia (FHI 2017). Profiling dilakukan dengan menggunakan spektroskopi inframerah. Parameter spesifik menunjukkan secara organoleptik berbentuk setengah padat, warna hijau tua, aroma khas ekstrak daun dadap serep, rasa manis pahit, rendemen 7,63%, susut pengeringan 7,51%, ekstrak larut air kadar 4,86%, tingkat kandungan ekstrak larut etanol 33,47%, dan pola spektrum yang khas. Parameter non spesifik menunjukkan kadar air 1,11%, kadar abu larut asam 5,050 ± 0,036%; ekstrak 0,986% dan kadar abu total bubuk 8,671±0,303%; ekstrak 4,123%.  Hasil karakteristik simplisia dan ekstrak etanol daun Dadap Serep yang diperoleh dari Magelang sesuai dengan spesifikasi FHI 2017. Profil spektra menunjukkan pola khas ekstrak dan simplisia daun. Erythrina Subumbrans; Parameter Spesifik dan non-spesifik

Kata Kunci: Standarisasi, Erythrina subumbrans, Spesifik dan Non Spesifik Parameter, FTIR

Referensi

[1] I. Pariata, A. Mediastri, and I. Suta, ‘Manfaat Dadap Serep (Erythrina Sumbubrans) Untuk Mengatasi Demam Pada Anak’, Dharmasmrti, vol. 4, no. 1, 2022.
[2] M. Jensen, ‘Trees Commonly Cultivated in Southeast Asia: an illustrated field guide’, FAO-RAP, 1999.
[3] A. Saifudin, A. Rahayu, and H. Teruna, Standardisasi Bahan Obat Alam 2. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.
[4] I. Parwata, Bahan Ajar Obat Tradisional. Denpasar: Jurusan Kimia Laboratorium Kimia Organik Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, 2017.
[5] D. Kartikasari and S. Pramono, ‘KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN’, 2014.
[6] Slamet, ‘Karakterisasi Simplisia Dan Ekstrak Anti Piretik Daun Dadap Serep (Erythrina Lithosperma Miq) Dari Kabupaten Pekalongan’, Urecol, 2019.
[7] BPOM RI, ‘Persyaratan Mutu Obat Tradisional, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia’. 2014.
[8] Depkes RI, Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Dirjen POM, 2008.
[9] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000.
[10] Standar nasional Indonesia, Teh Kering dalam Kemasan. Badan Standarisasi Nasional, 2000.
[11] Brucker, ‘Application Note AN M60 Determination of FAME in Biodiesel blends using FTIR (Product Catalog)’. pr brucker, 2025. Accessed: Jun. 04, 2026. [Online]. Available: https://www.agilent.com/cs/library/applications/5991-6978EN.pdf
[12] T. Rukachaisirikul, P. Innok, and A. Suksamrarn, ‘Erythrina Alkaloids and a Pterocarpan from the Bark of Erythrina subumbrans’, J. Nat. Prod., vol. 71, no. 1, pp. 156–158, Jan. 2008, doi: 10.1021/np070506w.
[13] C. Chotimah, UJI TOTAL FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG DADAP SEREP (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.) MENGGUNAKAN PELARUT YANG BERBEDA. Malang: Jurusan Biologi, 2019.
[14] G. S. Agustien, ‘PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP HASIL EKSTRAKSI DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata)’, Prosiding Seminar Nasional Farmasi UAD 2021, pp. 39–45, 2021.
[15] S. Aryzki, E. E. M. Gaghauna, and C. A. Kusuma, ‘Toxicity Test of Fixed Dose Method on Ethanol Extract of Ramania Leaves (Bouea macrophylla Griffith.) from South Kalimantan’, jmpi, vol. 10, no. 2, pp. 664–672, Dec. 2024, doi: 10.35311/jmpi.v10i2.513.
[16] O. Wrona, K. Rafińska, J. Walczak-Skierska, C. Możeński, and B. Buszewski, ‘Extraction and Determination of Polar Bioactive Compounds from Alfalfa (Medicago sativa L.) Using Supercritical Techniques’, Molecules, vol. 24, no. 24, p. 4608, Dec. 2019, doi: 10.3390/molecules24244608.
[17] BPOM RI, Persyaratan Mutu Obat Tradisional, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Indonesia: Direktorat Standarisasi Obat Tradisional, 2023. Accessed: Oct. 06, 2025. [Online]. Available: https://standar-otskk.pom.go.id/storage/uploads/6dab78f8-9598-454f-a62f-7b5348ae7206/PerBPOM-No.-29-tahun-2023.pdf
[18] R. Kohli, ‘UV-Ozone Cleaning for Removal of Surface Contaminants’, in Developments in Surface Contamination and Cleaning, Elsevier, 2015, pp. 71–104. doi: 10.1016/B978-0-323-29961-9.00002-8.
[19] R. Mustarichie, I. Mustiroh, and J. Jevita, Metode Penelitian Tanaman Obat, 1st ed. Bandung, Indonesia: Widya Padjajaran, 2011.
[20] L. P. Manalu and H. Adinegoro, ‘KONDISI PROSES PENGERINGAN UNTUK MENGHASILKAN SIMPLISIA TEMUPUTIH STANDAR’, j. standard., vol. 18, no. 1, p. 63, May 2018, doi: 10.31153/js.v18i1.698.
[21] X. Wang et al., ‘Flavonoids and saponins: What have we got or missed?’, Phytomedicine, vol. 109, p. 154580, Jan. 2023, doi: 10.1016/j.phymed.2022.154580.
Diterbitkan
2025-08-08