Aktivitas Antitusif Dan Ekspektoran Ekstrak Etanol, Fraksi Polar-Semi Polar Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) Pada Marmut (Cavia porcellus)

  • Fakhruddin Fakhruddin Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi
  • Arief Nurrochmad Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Farmasi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  • Gunawan Pamudji Widodo Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Abstrak

Phyllantus niruri L., yang merupakan tanaman liar, memiliki aplikasi yang luas dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi aktivitas antitusif, ekspektoran, serta gambaran mekanisme antitusif herba meniran.

Hewan uji marmut jantan sebanyak 36 ekor dibagi menjadi 9 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor marmut. Aktivitas antitusif ekstrak etanol dan fraksi polar-semi polar dinilai dengan prosentase supresi batuk menggunakan asam sitrat 7,5% sebagai penginduksi selama 5 hari. Aktivitas ekspektoran dievaluasi dengan melihat konsentrasi phenol red pada trakea marmut pada hari ke 7. Gambaran mekanisme dievaluasi dengan melihat perbandingan pemberian ekstrak herba meniran tunggal dengan kombinasi ekstrak herba meniran dan kodein gambaran secara sentral pada reseptor opiod dan glibenklamide secara periferal pada ATP sensitive K+ channel.

Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol dan fraksi polar-semi polar dapat meningkatkan supresi batuk dan memberikan supresi sekresi mukus dalam evaluasi ekspektoran. Fraksi polar-semi polar 160 mg/kgBB menunjukkan nilai antitusif paling efektif 63,57%. Frasi polar-semi polar 80 mg/kgBB menunjukkan penurunan sekresi phenol red sebesar 56,91%. Penelitian ini memberikan bukti bahwa meniran dapat digunakan sebagai antitusif dan supresi sekresi mukus. Herba meniran tidak memberikan gambaran mekanisme antitusif pada reseptor opiod atau ATP sensitive K+ channel. Aktivitas antitusif herba meniran mungkin dimodulasi saraf sistemik atau perifer lainnya.

Kata Kunci: Phyllantus niruri L., asam sitrat, antitusif, ekspektoran.
Diterbitkan
2017-11-30