Uji Aktivitas Antijamur Kombinasi Berbagai Tanaman terhadap Pityrosporum ovale

  • Ismi Rahmawati Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi
  • Opstaria Saptarini Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi
  • Endang Sri Rejeki Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi

Abstrak

Salah satu penyebab panu adalah akibat jamur Pityrosporum ovale yang berkolonisasi di kulit. Penelitian sebelumnya telah menelaah daun sirih merah, daun beluntas dan daun kubis sebagai obat antijamur terhadap Pityrosporum ovale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tanaman obat di atas dalam bentuk tunggal maupun berbagai kombinasi untuk mengatasi pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Metode ekstraksi dilakukan dengan infudasi pada serbuk daun sirih merah, daun beluntas, dan daun kubis. Hasil infudasi dibuat kombinasi (1:1), (1:3) dan (3:1). Selanjutnya dilakukan uji antijamur dengan metode dilusi pada hasil kombinasi ekstrak dan ekstrak tunggal. Metode dilusi dilakukan dengan membuat satu seri pengenceran dalam konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,13%, 1,56%, 0,78%, 0,39%, 0,19%, 0,09%. Hasil penelitian menunjukkan KBM (Konsentrasi Bunuh minimal) infusa daun sirih merah, daun beluntas, dan daun kubis, kombinasi daun sirih merah dan daun beluntas (1:1), (1:3) dan (3:1), kombinasi daun sirih merah dan daun kubis (1:1), (1:3) dan (3:1) berturut-turut adalah 50%, 25%, 25%, 25%, 12,5%, 50%, 50%, 12,5%, 25%. Kombinasi terbaik yaitu infusa daun sirih merah dan infusa daun beluntas dengan perbandingan (1:3) dan daun sirih merah dan infusa daun kubis dengan perbandingan (1:3).

Kata Kunci: daun sirih merah, kubis, beluntas, antijamur, Pityrosporum ovale
Diterbitkan
2014-03-30

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

<< < 1 2