Optimasi Pelarut Ekstraksi, Aktivitas Anthelmintika terhadap Ascaris lumbricoides Suis., dan Telaah Fitokimia Bunga Ekor Kucing (Acalypha hispida Burm. F.)
Abstrak
Bunga ekor kucing (Acalypha hispida Burm. F.) merupakan tanaman obat tradisional yang dapat digunakan sebagai obat cacing. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelarut ekstraksi bunga ekor kucing yang menghasilkan randemen total terbanyak, mengetahui efek anthelmintiknya terhadap cacing gelang (Ascaris lumbricoides Suis.) dan mengetahui golongan senyawa dalam ekstraknya. Serbuk simplisia diekstraksi secara maserasi dengan etanol dengan empat variasi konsentrasi. Ekstrak dianalisis kadar sari terlarut dalam etanol dan randemen totalnya. Ekstrak bunga ekor kucing dengan rendemen terbanyak diujikan pada cacing gelang secara in vitro. Cacing dikelompokkan menjadi 12 kelompok yang dipilih secara acak tanpa memperhatikan jenis kelamin. Kelompok tersebut terdiri dari 1 kelompok kontrol negatif yaitu aquadest, kelompok kontrol positif yaitu piperazin sitrat dalam 5 konsentrasi yang berbeda, dan kelompok ekstrak bunga ekor kucing dengan 6 variasi konsentrasi. Pengamatan terhadap cacing dilakukan setelah 24 jam perlakuan bahan uji. Data dianalisa dengan metode probit untuk mengetahui LC50. Hasil dari penelitian ini adalah pelarut ekstraksi yang menghasilkan randemen total ekstrak bunga ekor kucing terbanyak adalah etanol 70%. Ekstrak etanol 70% itu mempunyai efek anthelmintik terhadap cacing gelang dengan nilai LC50 sebesar 6,61% b/v yang setara dengan 0,12% b/v piperazin sitrat. Ekstrak etanol 70% bunga ekor kucing mengandung saponin, flavonoid, dan tanin.

3.jpg)







