Pengaruh Pemberian Jus Asam Jawa Secara Oral terhadap Profil Farmakokinetika Asetosal pada Kelinci Jantan New Zealand White
Abstrak
Asetosal merupakan obat nyeri tertua, yang sampai saat ini paling banyak digunakan di seluruh dunia dan sangat efektif meredakan nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang, namun sejauh ini masyarakat kurang memahami akan peran makanan maupun minuman yang disertakan saat mengkonsumsi obat. Jus asam jawa merupakan minuman yang mengandung asam, yang mana asetosal juga memiliki sifat asam. Asetosal apabila dikonsumsi bersamaan dengan jus asam jawa akan menyebabkan pH lambung meningkat sehingga absorbsi asetosal meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus asam jawa secara oral terhadap profil farmakokinetila asetosal pada kelinci jantan New Zealand White. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberikan asetosal 70 mg/1,5 kg BB kelinci dan kelompok perlakuan diberikan asetosal 70 mg/1,5 kg BB dan jus asam jawa 17,5 ml/1,5 kg BB. Darah diambil melalui vena marginalis dengan waktu dari menit ke-5, 10, 15, 20, 30, 40, 50, 60, 120, 180, 240, 300, dan 360. Penetapan kadar asam salisilat dalam darah ditetapkan dengan spektrofotometer UV-Vis menurut metode different yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus asam jawa mempengaruhi profil farmakokinetika asetosal berupa kenaikan besaran Ka, Vc, Vdss, ClT dan t½ β dan penurunan besaran t max, K21, K, K12, AUC, α, and β.

3.jpg)







