Pengaruh Edukasi Kepada Perilaku Masyarakat Dalam Swamedikasi Batuk Anak di Desa “X”, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri
Abstrak
Akhir-akhir ini pengobatan sendiri sudah banyak dilakukan, termasuk di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Beberapa faktor yang dipelajari sebelumnya, menunjukkan bahwa edukasi berperan dalam mengembangkan perilaku masyarakat dalam melakukan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kepada perilaku masyarakat dalam swamedikasi batuk anak di Desa “X” Kecamatan Purwantoro, Wonogiri. Penelitian dilakukan dengan pendekatan one-group pretest-posttest dengan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan didapat sampel sebanyak 256 responden. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat umum sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan uji univariat dan bivariat berdasarkan uji Wilcoxon. Hasilnya, perilaku responden meningkat secara signifikan setelah diberikan edukasi. Berdasarkan hasil post-test, pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pengobatan sendiri batuk anak berada pada kategori tinggi, apalagi dibandingkan dengan pretest dengan kategori cukup. Analisis uji Wilcoxon diperoleh nilai 0,000 (p<0,05), menyimpulkan bahwa pemberian edukasi yang memadai berpengaruh positif terhadap perilaku masyarakat dalam swamedikasi batuk anak.
Referensi
2. BPS Jawa Tengah. (2020). Profil Kesehatan Jateng 2020. 1(1), 33–44.
3. Cyntia Fauzi, L. (2019). Bingung Memilih Obat Batuk? Kenalilah Jenis Batuk Anda! Farmasetika.Com (Online), 3(4), 51. https://doi.org/10.24198/farmasetika.v3i4.21631
4. Hasibuan. H. M. (2020). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Masyarkat Terhadap Tindakan Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Parapat Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas. In KTI.
5. Hidayati, A., Dania, H., & Puspitasari, M. D. (2018). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas Dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat Rw 8 Morobangun Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Manuntung, 3(2), 139. https://doi.org/10.51352/jim.v3i2.120
6. Hidayati, L., & Yogananda, A. A. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Batuk OTC (Over The Counter) dengan Faktor Demografi pada Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. Majalah Farmaseutik, 17(1), 149. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.62011
7. Istiqomah, G. A., Saputri, R., & Dona, S. (2021). Pengaruh Edukasi Terhadap Perilaku Penggunaan Obat Tradisional Di Desa Babai Kecamatan Karau Kuala Di Masa Pandemi Covid 19. Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 2(1), 49–57.
8. Koleangan, P. J. A., Porotu’o, J., & Tompodung, L. (2018). Identifikasi Bakteri dengan Menggunakan Metode Pewarnaan Gram pada Sputum Pasien Batuk Berdahak di Puskesmas Bahu Manado Periode Agustus-Desember 2018. Jurnal E-Biomedik, 6(2). https://doi.org/10.35790/ebm.6.2.2018.22111
9. Lubis, F. R. W. (2014). Evaluasi Tingkat Kesalahan Pengobatan Sendiri (Swamedikasi) di Kalangan Mahasiswa.
10. Mardiati, N., & Restapaty, R. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran terhadap Pemahaman tentang Komunikasi dan Konseling Obat pada Mahasiswa S1 Farmasi. Borneo Journal of Pharmacy, 1(1), 37–40. https://doi.org/10.33084/bjop.v1i1.175
11. Muawizah., D. N. (2021). Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Tentang Pencegahan Tb (Tuberkulosis). https://emea.mitsubishielectric.com/ar/products-solutions/factory-automation/index.html
12. Nur Hudzaifah, A. A. (2021). Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Praktek Mencuci Tangan Anak Usia Sekolah Dalam Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Di Panti Asuhan Aisyiyah Jakarta Pusat. Jakhk, 7(1), 1–8.
13. Permadi, Y. W., Rahmatullah, S., & Rabbaniyah, N. (2020). Gambaran Swamedikasi Batuk Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabunan Di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Chmk Pharmaceutical Scientific Journal, 3(September 2020), 206–211.
14. RI, D. K. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Pedoman Penggunaan Obat Bebas Dan Bebas Terbatas, 9–36. http://iai.id/library/pelayanan/pedoman-penggunaan-obat-bebas-dan-bebas-terbatas.
15. Rusli, S. U. (2018). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pengobatan Sendiri (Swamedikasi) Di Tiga Apotek Kota Makassar. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, IV(6), 36–39.
16. Safitri, A. N., Purwidyaningrum, I., & Hanifah, I. R. (2021). Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Batuk pada Anak di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 159–168. http://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/farmasi-indonesia/article/download/1268/816
17. Sari, N. P., Angelina, R., & Fauziah, L. (2019). Pengaruh Edukasi melalui Media Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Keluarga tentang Pneumonia pada Balita. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 2(2), 69. https://doi.org/10.32584/jika.v0i0.357
18. Sulastri, S. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap dan perilaku dalam memelihara personal hygiene gigi dan mulut pada anak usia sekolah di SD Negeri Payung. Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(1), 92. https://doi.org/10.33366/cr.v6i1.786
19. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN. (2009).
20. Yusuf, M., Widodo, S., & Raka Irwansyah, A. (2021). Analisa Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Terhadap Penggunaan Obat Influenza Dan Batuk Secara Swamedikasi Di Desa Muara Burnai I Kabupaten Ogan Komering Ilir. JFL: Jurnal Farmasi Lampung, 9(2), 125–130. https://doi.org/10.37090/jfl.v9i2.341






