Pengaruh Kondisi Penyimpanan dan Pencahayaan terhadap Kadar Kurkumin dalam Serbuk Kunyit
Abstrak
Serbuk kunyit merupakan bahan yang umum digunakan dalam bidang pangan dan kesehatan, serta sering disimpan dalam jangka waktu lama. Kurkumin sebagai senyawa aktif utama dalam kunyit diketahui rentan terhadap degradasi akibat paparan cahaya dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kurkumin dalam serbuk kunyit serta mengevaluasi pengaruh tempat dan pencahayaan penyimpanan terhadap kestabilannya. Analisis dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada sampel yang disimpan dalam dua kondisi: terpapar cahaya dan terlindung dari cahaya. Hasil menunjukkan kadar awal kurkumin sebesar 3,42%, dengan penurunan sebesar 1% pada sampel yang terpapar cahaya, sedangkan kadar tetap stabil pada sampel yang terlindung cahaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pencahayaan dan kondisi penyimpanan berpengaruh terhadap kestabilan kurkumin. Oleh karena itu, penyimpanan serbuk kunyit dalam kondisi gelap direkomendasikan untuk mempertahankan kualitas dan aktivitas senyawa aktifnya.
Referensi
[2] Rohman A. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2007.
[3] Harmita H. Petunjuk pelaksanaan validasi metode dan cara perhitungannya. Maj Ilmu Kefarmasian. 2004;1(3):117–35. doi:10.7454/psr.v1i3.3375
[4] Hartati SY, Balittro. Khasiat kunyit sebagai obat tradisional dan manfaat lainnya. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 2013.
[5] Silverman M, Lee PR, Lydecker M. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
[6] Khopkar SM. Konsep Dasar Kimia Analitik (Terjemahan A. Khamid). Jakarta: UI Press; 2003.
[7] Kulkarni SJ, Maske KN, Budre MP, Mahajan RP. Extraction and purification of curcuminoids from turmeric (Curcuma longa L.). Int J Pharm Pharm Tech. 2012;1(12):2277–3436.
[8] Kumila SS, Cahyono B, Widayat. Validasi spektrofotometri UV-Vis untuk penentuan kurkuminoid dalam produk herbal. In: Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VIII. Surakarta: FKIP UNS; 2016. p. 107–13.
[9] Rahayu WS, Hartanti D, Setiowati M. Pengaruh lama dan tempat penyimpanan terhadap kadar kurkuminoid pada sediaan jamu serbuk merk “A” yang mengandung simplisia rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.). Pharmacy. 2010;7(2):35–46.
[10] Li S. Chemical composition and product quality control of turmeric (Curcuma longa L.). Pharm Crops. 2011;5(1):28–54. doi:10.2174/2210290601102010028
[11] Suhartati T. Dasar-dasar Spektrofotometri UV-Vis dan Spektrofotometri Massa untuk Penentuan Struktur Senyawa Organik. AURA; 2017.
[12] Widjadja M. Validasi metode penetapan kadar kurkumin dalam sediaan cair obat herbal terstandar merk Kiranti secara kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik. Phys Rev E. 2011.
[13] Suarsa W. Spectrofotometry. J Kimia. 2015;214–98.
[14] Tensiska, Nurhadi B, Isfron AF. Kestabilan warna kurkumin terenkapsulasi dari kunyit (Curcuma domestica Val.) dalam minuman ringan dan jelly pada berbagai kondisi penyimpanan. Bionatura. 2012;14(3):198–206.
[15] Suharyanto S, Prima DAN. Penetapan kadar flavonoid total pada juice daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Cendekia J Pharm. 2020;4(2):110–9. doi:10.31596/cjp.v4i2.89
[16] Rizky APWB, Wahyuni E. Pengaruh penambahan sari kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap persentase karkas, lemak abdominal, dan kadar kolesterol daging itik hibrida. Universitas Brawijaya. 2014;1–10.
[17] Prabowo H, Cahya A, Arisanti C, Samirana P. Standardisasi spesifik dan non-spesifik simplisia dan ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.). J Farm Udayana. 2019;8(1):29–35.






