https://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/psikohumanika/issue/feed Jurnal Psikohumanika 2026-06-19T03:34:17+07:00 Muhammad Taufik Hermansyah, S.Psi, M.A jurnalpsikohumanika@gmail.com Open Journal Systems <p>Journal of Psychohumanika (Journal of Scientific Psychology) is a scientific publication media published by the Faculty of Psychology, Setia Budi University, Surakarta. This journal is published and intended for the academics of the Faculty of Psychology, Setia Budi University, Surakarta, as well as other experts interested in psychology. The articles published are the result of field research or in the laboratory, scientific studies and book reviews that have never been published in other media.</p> <p>&nbsp;</p> https://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/psikohumanika/article/view/2918 GAMBARAN PERILAKU MENCARI BANTUAN PSIKOLOGIS PROFESIONAL PADA SAMPEL MAHASISWA INDONESIA DENGAN INDIKASI GANGGUAN MENTAL UMUM 2026-06-19T03:27:56+07:00 Rahmah Saniatuzzulfa rahmahsaniatuzzulfa@staff.uns.ac.id Nurul Hartini nurul.hartini@psikologi.unair.ac.id Fitri Andriani fitri.andriani@psikologi.unair.ac.id <p>Perilaku mencari bantuan psikologis profesional pada mahasiswa merupakan hal yang penting untuk mengatasi gangguan mental umum dan mencegah perilaku bunuh diri pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perilaku mencari bantuan psikologis profesional pada mahasiswa di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan survei yang melibatkan 106 responden (usia rata-rata 21 tahun, sebagian besar responden perempuan, dan jenjang studi sarjana). Penelitian ini menggunakan instrumen SRQ-20 untuk menskrinning indikasi Gangguan Mental Umum dan AHSQ untuk menggali perilaku mencari bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 responden memenuhi indikasi gangguan mental umum. Sebagian besar dari mereka mengetahui bahwa Universitas memiliki layanan kesehatan mental (78,4%) dan menganggap layanan kesehatan mental sangat penting untuk disediakan (86,2%). Namun, sebagian besar dari mereka mencoba memecahkan masalah sendiri (86,3%) atau meminta bantuan teman (82,4%) untuk menyelesaikan masalahnya. Hanya sedikit yang mencari bantuan profesional kesehatan mental (31,3%) dengan alasan menganggap permasalahannya tersebut sederhana (59%) dan kendala dalam biaya (41,2%). Hal-hal yang mendorong mahasiswa mencari bantuan pada profesional yaitu adanya keyakinan diri akan mendapat solusi permasalahan dari profesional kesehatan mental (39,2%) dan adanya kebutuhan untuk mendapatkan bantuan dari profesional kesehatan mental (37,3%). Penelitian ini dapat menjadi bahan informasi untuk meningkatkan perilaku mencari bantuan psikologis profesional pada mahasiswa dengan indikasi gangguan mental umum.</p> 2026-06-19T03:24:41+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/psikohumanika/article/view/2810 EFIKASI DIRI DAN QANA’AH SEBAGAI PREDIKTOR QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA 2026-06-19T03:08:23+07:00 Vera Imanti f109240003@student.ums.ac.id Dilla Wahyu Wardani dillawrdn24@gmail.com <p>Urgensitas penelitian ini didasari oleh kompleksitas fase <em>quarter life crisis</em> yang penuh ketidakpastian yang akan menyebabkan individu mengalami krisis emosional dan menimbulkan berbagai masalah baru terkait kesejahteraan psikologis. Oleh sebab itu, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara efikasi diri dan <em>qanaah</em> terhadap <em>quarter life crisis</em>. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan kategori sampel penelitian adalah mahasiswa di Universitas Raden Mas Said Surakarta dengan usia 20-25 tahun. Sampel penelitian sebanyak 365 mahasiswa yang diambil menggunakan <em>probability sampling</em> dengan teknik <em>cluster random. </em>Data dikumpulkan melalui kuisioner yang disebarkan melalui media sosial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa data pada ketiga variabel tersebut berdistribusi normal karena nilai signifikan p&gt;0,05. Terdapat hubungan linear antara variabel efikasi diri, <em>qanaah</em> dan <em>quarter life crisis</em> karena menghasilkan skor <em>linearity</em> (p&lt;0,05) dan nilai <em>deviation from linearity </em>(p&gt;0,05). Kedua variabel bebas juga tidak mengalami multikolinearitas karena memiliki nilai VIF (p&lt;10,00) dan <em>tolerance</em> (p&gt;0,10). Kemudian, data juga tidak memiliki gejala heteroskedasitas karena titik-titik data tidak berkumpul di angka 0 dan tidak membentuk pola yang jelas. Hasil hipotesis menyatakan bahwa efikasi diri berhubungan negatif dengan <em>quarter life crisis</em> pada mahasiswa di UIN Raden Mas Said Surakarta. Hal ini terlihat dari koefisien korelasi sebesar -58,071 dan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). <em>Qanaah</em> juga berhubungan negatif dengan <em>quarter life crisis</em>, hal ini terlihat dari koefisien korelasi sebesar -39,029 dan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efikasi diri dan <em>qanaah </em>memiliki pengaruh yang signifikan terhadap <em>quarter life crisis </em>pada mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.</p> 2026-06-19T03:00:49+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/psikohumanika/article/view/2997 HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA TAHUN AKADEMIK 2023/2024 2026-06-19T03:34:17+07:00 Masyithah Zerlina hanazerlina29@gmail.com Alessandra F Saija alessandrasaija30@gmail.com Johan B Bension hutagalung.jb@gmail.com <p>Manajemen waktu yang buruk merupakan masalah yang sering terjadi dikalangan mahasiswa tingkat pertama karena transisi dari SMA ke Universitas. Mahasiswa tingkat pertama yang mengalami kesulitan manajemen waktu cenderung melakukan prokrastinasi akademik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura tahun akademik 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 202 mahasiswa angkatan 2023 melalui <em>total sampling. </em>Teknik pengumpulan data yaitu mengisi kuesioner secara <em>offline </em>di kampus. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan SPSS dengan uji <em>chi-square.</em> Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa tingkat pertama memiliki manajemen waktu kategori baik, prokrastinasi akademik kategori rendah, dan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat pertama. Implikasi dari penelitian ini adalah universitas dapat membuat pelatihan manajemen waktu saat masa orientasi untuk mengurangi prokrastinasi akademik, mengadakan seminar tentang manajemen waktu dan teknik pengaturan tugas, menyediakan layanan bimbingan konseling untuk mahasiswa yang kesulitan dengan manajemen waktu dan prokrastinasi akademik.</p> <p>Kata kunci: fakultas kedokteran; mahasiswa tingkat pertama; manajemen waktu; prokrastinasi akademik; tugas akademik.&nbsp;</p> 2026-06-19T02:26:27+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/psikohumanika/article/view/2958 HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN AGRESIVITAS SISWA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DI SAMARINDA 2026-06-19T01:30:46+07:00 Dwi Intan Aliani intanalianidwi@gmail.com Ridha Wahyuni ridha.wahyuni@fisip.unmul.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan agresivitas siswa <em>islamic boarding school</em> di Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi terdiri dari 193 siswa yang bersekolah di <em>islamic</em> <em>boarding school </em>pada jenjang SMA. Diperoleh sampel penelitian sebanyak 130 siswa. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em>. Alat ukur yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala agresivitas. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji analisis korelasi dengan teknik <em>pearson product moment </em>untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa: 1) religiusitas memiliki hubungan dengan agresivitas siswa <em>islamic boarding school</em> di Samarinda. Hasil ini dibuktikan dengan nilai &nbsp;r hitung = -0.489 dan p = 0.000 (p&lt;0.05) menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini adalah H1 diterima dan H0 ditolak; 2) kedua variabel yaitu religiusitas dan agresivitas memiliki hubungan dengan arah negatif dan kekuatan hubungan berada pada kategori sedang; 3) hasil uji korelasi parsial menunjukkan bahwa aspek ibadah dan akhlak berkorelasi dengan aspek agresi fisik, seluruh aspek religiusitas yaitu keyakinan, ibadah dan akhlak berkorelasi dengan aspek agresi verbal, aspek keyakinan dan aspek akhlak berkorelasi dengan aspek kemarahan, serta aspek keyakinan dan ibadah berkorelasi dengan aspek permusuhan.</p> 2026-06-19T01:26:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.setiabudi.ac.id/ojs/index.php/psikohumanika/article/view/2910 PERAN CORPORATE CULTURE PADA PROACTIVE WORK BEHAVIOR DENGAN MEDIASI ORGANIZATINAL COMMITMENT 2026-06-19T03:18:41+07:00 Keisha Tatianna keisha.tatianna@student.uns.ac.id Pratista Arya Satwika pratista@staff.uns.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten diperlukan untuk menunjang instrumen akreditasi rumah sakit, dan perilaku kerja proaktif menjadi faktor penting dalam mempertahankan serta meningkatkan standar pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya perusahaan (</span><em><span style="font-weight: 400;">corporate culture</span></em><span style="font-weight: 400;">) yang terdiri dari keterlibatan (</span><em><span style="font-weight: 400;">involvement</span></em><span style="font-weight: 400;">), konsistensi (</span><em><span style="font-weight: 400;">consistency</span></em><span style="font-weight: 400;">), adaptabilitas (</span><em><span style="font-weight: 400;">adaptability</span></em><span style="font-weight: 400;">), dan misi (</span><em><span style="font-weight: 400;">mission</span></em><span style="font-weight: 400;">) dengan perilaku kerja proaktif melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei dengan penyebaran kuesioner secara daring kepada 147 karyawan Rumah Sakit X di Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi </span><em><span style="font-weight: 400;">The Denison Organizational Culture Survey</span></em><span style="font-weight: 400;"> (DOCS), </span><em><span style="font-weight: 400;">Proactive Behavior Scale</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Organizational Commitment Questionnaire </span></em><span style="font-weight: 400;">(OCQ). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Partial Least Squares–Structural Equation Modeling</span></em><span style="font-weight: 400;"> (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.1.0.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan, konsistensi, dan adaptabilitas berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku kerja proaktif melalui komitmen organisasi, sedangkan dimensi misi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan nilai budaya perusahaan untuk meningkatkan komitmen dan perilaku proaktif karyawan. Selain itu, instansi perlu menyediakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis untuk mendorong karyawan tampil lebih proaktif.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kata kunci: Budaya Perusahaan, Komitmen Organisasi, Perilaku Kerja Proaktif</span></p> 2026-06-19T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##