PEMAKNAAAN GEN Z TERHADAP FENOMENA “WARGA JAGA WARGA”: STUDI FENOMENOLOGI

  • Hasna Muthi'ah Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nazla Maisya Nabilah Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Syaffa Fathimatuz Zahra Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Naila Aulia Rahma Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Gemala Nurendah Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Indah Mulia Sari Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Psikologi, Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Fenomena “Warga Jaga Warga” muncul sebagai bentuk solidaritas sosial yang berkembang pesat di media sosial, terutama di tengah meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap perlindungan dari otoritas formal. Generasi Z sebagai kelompok digital native menjadi salah satu aktor utama dalam penyebaran dan penguatan gerakan ini melalui ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan Generasi Z terhadap fenomena “Warga Jaga Warga” serta memahami pengalaman keterlibatan mereka dalam gerakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Subjek penelitian berjumlah empat orang perempuan berusia 20 tahun yang termasuk kategori Generasi Z, aktif menggunakan media sosial Instagram, dan pernah terlibat dalam gerakan digital dengan tagar #WargaJagaWarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara daring, observasi media sosial, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memaknai “Warga Jaga Warga” sebagai bentuk solidaritas sosial horizontal yang lahir dari kesadaran kolektif warga sebagai respons atas persepsi lemahnya perlindungan dari otoritas formal. Kesadaran keterlibatan terbentuk melalui paparan berulang di media sosial yang diperkuat oleh pengaruh lingkungan sosial dan algoritma platform digital. Motivasi keterlibatan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya dan Fear of Missing Out (FOMO) serta faktor internal berupa empati, kesadaran moral, dan kekecewaan terhadap kinerja pemerintah.

Kata Kunci: generasi z, warga jaga warga, solidaritas sosial, media sosial, aktivisme digital
Diterbitkan
2026-06-18