Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Jumlah Sel Darah Pada Sirkulasi Perifer Pekerja Dengan Sistem Kerja Shift

  • Cisillia Adhiyani Akademi Analis Kesehatan Nasional Surakarta
  • Sulasmi Sulasmi Akademi Analis Kesehatan Nasional Surakarta

Abstract

Sistem kerja shift memberikan dampak peningkatan taraf ekonomi karyawan, perusahaan, maupun negara. Kerja shift terhadap karyawan mempengaruhi kualitas hidup, kinerja, dan kelelahan. Salah satu gangguan kesehatan karyawan yakni gangguan irama tidur berakibat perubahan hormon kortisol yang akan mempengaruhi pembentukan sel darah. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh kualitas tidur terhadap pembentukan sel darah pekerja dengan sistem shift ditinjau dari jumlah sel darah pada sirkulasi perifer. Desain penelitian deskriptif analitik pendekatan cross sectional. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh-PSQI. Pemeriksaan jumlah sel darah menggunakan hematology auto analyzer. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi ganda program SPSS versi 16.0 Total responden 98 orang dan berumur 17-61 tahun. Responden berkualitas tidur buruk 48 orang dan baik 50 orang. Responden berjumlah sel darah merah normal 86 orang dan lebih dari normal 12 orang. Responden berjumlah sel darah putih kurang dari normal 2 orang dan normal 96 orang. Responden berjumlah trombosit normal 96 orang dan kurang dari normal 2 orang. Hasil analisis statistik menunjukkan pengaruh kualitas tidur dengan eritrosit (p= 0.187); lekosit (p=0.385); trombosit (p=0.074); dan jumlah sel darah (p=0.389) dengan taraf kepercayaan 95%. Simpulan tidak terdapat pengaruh signifikan kualitas tidur dengan jumlah sel darah (r = 0.031).

Published
2015-03-31