Studi Lama Waktu Pengeringan Dihubungkan dengan Penurunan Berat Dan Laju Pengeringan Ikan Teri (Stolephorus spp.)

  • Esteria Priyanti Akademi KesejahteraanSosial Ibu Kartini Semarang

Abstract

Ikan teri (Stolephorus spp.) merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik bagi kesehatan dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kandungan gizi ikan teri yaitu kalsium, protein, fosfor dan zat besi. Ikan teri termasuk bahan pangan yang mudah rusak dan busuk karena daging ikan teri mempunyai kadar air yang inggi sekitar 80% sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakteri. Salah satu cara untuk memperpanjang daya simpan ikan teri adalah dengan metode pengeringan.Banyak faktor yang mempengar uhi keberhasilan dalam proses pengeringan ikan teri, salah satunya adalah lama waktu penger ingan.

Penelitian ini menganalisis prosentase penurun berat ikan teri dan laju pengeringan berdasarkan lama waktu proses pengeringan ikan teri. Lama waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Sebelum ikan teri dikeringkan, akan ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat awal ikan teri, kemudian setelah dikeringkan akan ditimbang kembali untuk mengetahui berat akhir ikan teri. Selisih dari berat ikan teri akan diprosentase, dan hasilnya kemudian dianalisis.

Hasil penelitian menunjukkan prosentase penurunan berat ikan teri yang dikeringkan selama 30 menit sebesar 34,70%, yang dikeringkan selama 60 menit sebesar 74,70% dan yang dikeringkan selama 90 menit sebesar 82%. Sedangkan laju pengeringan ikan teri yang dikeringkan selama 30 menit sebesar 1,73 g/menit, yang dikeringkan selama 60 menit sebesar 1,87 g/menit dan yang dikeringkan selama 90 menit sebesar 1,36 g/menit. Semakin lama waktu pengeringan akan membuat kadar air ikan teri berkurang.

Published
2018-02-11