Pengaruh Perendaman dalam Seduhan Teh Hijau Selama Tiga Hari Pasca Pengasinan terhadap Kadar Kolesterol Kuning Telur

  • Nur Hidayati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi
  • Dewi Sulistyawati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi

Abstract

Telur asin merupakan bahan makanan yang disukai oleh masyarakat tetapi mengandung kolesterol yang tinggi. Tingginya kadar kolesterol pada telur asin ini apabila dikonsumsi terus menerus akan memicu penyakit seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Kolesterol di dalam tubuh manusia dapat diturunkan kadarnya dengan mengkonsumsi teh hijau, karena di dalam teh hijau mengandung senyawa tanin dan flavonol.

Metode pembuatan telur asin pada penelitian ini dilakukan dengan memeram telur itik dalam media campuran bata merah dan pasir dengan penambahan bumbu bawang putih kemudian diperam selama 12 hari, selanjutnya direndam ke dalam media seduhan teh hijau dengan variasi konsentrasi (0, 2 dan 4)%, selama 3 hari. Telur asin hasil olahan ditentukan kadar NaClnya dengan metode Argentometri Mohr dan kadar kolesterol dengan metode Spektrofotometri
seterusnya dihitung prosentase penurunan kadar kolesterol telur asin olahan terhadap telur itik mentah.

Hasil penelitian menunjukkan besarnya kadar NaCl telur itik mentah, telur asin dalam seduhan teh hijau 3 hari dengan variasi konsentrasi (0%, 2% dan 4%), berturut-turut adalah : 0,668 %; 2,785%; 2,615% dan 2,634%; sedangkan kadar kolesterol berturut-turut sebesar 513,33 mg/100g; 618,33 mg/100g; 386,67 mg/100g dan 362,67 mg/100g. Prosentase penurunan kadar kolesterol terhadap telur itik mentah pada konsentrasi teh hijau (0, 2 dan 4) % adalah 16,98 %; 37,47% dan 41,35%. Analisis Statistik Anova menunjukkan ada perbedaan kadar kolesterol secara nyata pada semua media pengasinan. Perendaman dalam seduhan teh hijau 4% selama 3 hari berperan paling besar dalam menurunkan kadar kolesterol pada telur asin.

Published
2016-03-31