Biosorpsi Cu(II) oleh Limbah Padat Kayu Aren (Arenga pinnata) Teraktivasi

  • Dian Kresnadipayana Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi
  • Reny Pratiwi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi
  • Susan Primadevi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi

Abstract

Penggunaan adsorben dari bahan organik (biosorben) akhir-akhir ini sangat banyak dikembangkan sebagai biosorpsi logam berat. Limbah kayu aren dari pohon aren (Arenga pinnata) yang digunakan untuk industri soon mengandung bahan organik berupa pati, lignin dan serat selulosa baik terlarut maupun partikel tersuspensi.

Metode yang akan digunakan eksperimen, dengan sistem batch. Limbah kayu aren yang diperoleh dibersihkan dan od icuci dengan akuades serta diayak dengan ukuran 100 mesh dan dipanaskan pada 105 C selama 3 menit. Aktivasi biosorben menggunakan HNO3 dan NaOH. Untuk kemampuan maksimum biosorpsi dilakukan variasi waktu kontak dan konsentrasi. Karakterisasi biosorben dianalisis menggunakan spektrofotometri Infra Red (FTIR) dan untuk mengetahui karakteristik biosorpsi ion logam berat oleh biosorben melalui uji isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm adsorpsi Freundlich.

Biosorben yang berupa limbah padat kayu aren setelah diaktivasi dapat menurunkan kadar logam Cu(II) adalah 46,43 % pada pH optimum 6 atau 7 dengan waktu kontak maksimum 48 jam. Biosorpsi logam Cu(II) mengikuti pola adsorpsi isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Berdasarkan analisis spektrofotometri Infra Red (FTIR) bahwa gugus aktif yang berikatan dengan ion logam Cu(II) adalah gugus karbonil (C=O) dari hemiselulosa dan lignin sedangkan gugus OH berasal dari selulosa dan lignin.

Published
2018-02-11